Rabu, 23 Januari 2013

MAKALAH LAPORAN HASIL PRAKTIKUM ASAM-BASA


LAPORAN PENGUJIAN LARUTAN ASAM BASA MENGGUNAKAN INDIKATOR ALAMI


Di susun Oleh Klp.II
There are :

   Zulaeha Misrayana Basonna
      Alfi syahrin Z
Muhammad idham Aandra
Muhammad Fathoni Akhirul hajj
Maftuha Rahima Rum
Khaerunnisa



 KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan hasil uji percobaan untuk menentukan asam-basa larutan yang kami sajikan dalam bentuk makalah.
Adapun makalah kimia tentang laporan hasil uji percobaan untuk menentukan sifat asam-basa larutan yang telah kami usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami tidak lupa menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini.
Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusun bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang dada dan tangan terbuka kami membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin memberi saran dan kritik kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki makalah kimia ini.
Akhirnya kami mengharapkan semoga dari makalah kimia tentang asam-basa larutan ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inpirasi terhadap pembaca.





Makassar 22 januari 2013

 (Penyusun)

 A.    Pendahuluan

Senyawa asam mempunyai rasa yang masam sedangkan senyawa basa mempunyai rasa yang pahit. Akan tetapi kita tidak boleh mencicipi rasa dari suatu zat kimia. Karena ada beberapa zat yang mengandung racun. Oleh karena itu untuk menguji sifat asam-basa larutan kita dapat menggunakan alat bantu berupa kertas lakmus dan beberapa indikator alami seperti ekstrak bunga dan kunyit. Tetapi pada uji percobaan ini kita akan menggunakan bahan indikator alami seperti ekstrak bunga mawar dan bunga sepatu.

B.     Tujuan

Kami melakukan uji percobaan untuk  menentukan sifat asam dan basa beberapa larutan dengan menggunakan indicator alami yaitu ekstrak bunga sepatu dan bunga mawar, dan Mengamati perubahan warna indikator pada larutan asam dan basa.

C.    Rumusan Masalah

1)      Apakah pengertian asam dan basa ?
2)      Apa yang dimaksud dengan indicator?
3)      Bagaimanakah cara untuk menentukan sifat asam-basa larutan?
4)      Apa sajakah bahan yang digunakan untuk menguji asam-basa?
5)      Apakah yang terjadi setelah air jeruk dan air sabun di beri tetesan indicator?

D.  Landasan Teori

Indikator adalah suatu zat penunjuk yang dapat membedakan larutan, asam atau basa,atau netral melampirkan beberapa indikator dan perubahannya pada trayek pH tertentu,kegunaan indikator ini adalah untuk mengetahui berapa kira-kira pH suatu larutan. Disamping itu juga digunakan untuk mengetahui titik akhir kosentrasi pada beberapasenyawa organik dan senyawa anorganik.
Keasaman atau kebasaan suatu zat tergantung pada banyak ada tidaknya ion H (untuk asam) dan ion OH (untuk basa) dalam zat tersebut serta derajat ionisasi zat tersebut.
Teori asam-basa:

Ø  Pada tahun 1884 Svante Arrhenius mengemukakan teori tentang asam dan basa yaitu teori asam basa arrhenius. Menurutnya, asam adalah suatu zat yang apabila dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion H+ dimana ion tersebut merupakan satu-satunya ion yang ada dalam larutan. Basa merupakan zat yang apabila di larutkan dalam air akan terionisasi menghasilkan ion OH-, dan ion tersebut merupakan ion satu-satunya yang ada di dalam larutan.

Ø  Pada tahun 1923 ahli kima Denmark bernama J.N Bronsted dan ahli kimia inggris bernama T.N Lowry mengemukakan teori yang bernama teori asam basa broansted-lowry, yang berbunyi suatu zat pemberi proton (proton donor) disebutasam dan suatu zat penerima proton (proton aseptor) di sebut basa. Dari definisi tersebut maka suatu asam setelah melepas proton akan membentuk basa konjugasi dari asam tersebut. Demikian pula dengan basa, setelah menerima proton akan membentuk asam konjugasi dari basa tersebut.

Ø  Pada tahun 1932 G.N Lewis menyatakan teori yang berbunyi basa adalah zat yang memiliki satu atau lebih pasangan elektron bebas yang dapat di berikan kepada zat lain sehingga terbentuk ikatan kovalen koordinasi, sedangkan asam adalah zat yang dapat menerima pasangan elektron tersebut.

E.     Metode Kerja

            Praktikum ini kami kerjakan secara berkelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari  enam anggota yaitu yang seluruh anggotanya merupakan siswa kelas XI IPA. Kami menyediakan alat dan bahan serta melakukan eksperimen menguji larutan-larutan, untuk mengetahui apakah termasuk larutan asam maupun basa, di dalam ruangan Lab. Sekolah. Waktu yang kami gunakan untuk melakukan praktikum ini adalah selama ± 1 jam yakni dari pukul 09.00-10.30 WIB pada tanggal 18 Januari 2013.

F.    Alat dan Bahan

a)      Alat
·         Rak Tabung
·         Tabung Reaksi
·         Pipet tetes
·         Wadah air
·         Gelas Kimia

b)      Bahan
·        Ekstrak  Bunga mawar warna merah
·         Air Putih
·         Ekstrak Jeruk nipis
·         Eksrak Air sabun atau detergen
·        Ekstrak Mangga
·         HCl
·         NaOH
·         Indikator
·        Sampel P dan Q


G.    Cara Kerja
a.       Haluskan Bunga Mawar Merah dengan menggunakan lumpang dan alu.
b.      Tambahkan 10 ml air atau secukupnya.

c.       Ambil beberapa tetes HCl dan NaOH masing-masing ke dalam plat tetes yang        berbeda dengan menggunakan pipet tetes, kemudian tambahkan beberapa tetes Indikator dengan pipet tetes, amati perubahan warna dan catatlah pada tabel.
d.      Kemudian Ambil beberapa tetes HCl dan NaOH masing-masing kedlam plat tetes yang berbeda dengan menggunakan pipet tetes, kemudian tambahkan beberapa tetes Ekstrak Bunga Mawar merah dan amati perubahan warnanya.
e.        Setelah mengamati perubahan warna yang terjadi pada kedua Larutan tersebut maka  selanjutnya lakukan Hal yang sama pada Ekstrak Bahan Alami yang dibawah teman-teman ke Laboratorium, yaitu Ekstrak Air sabun, Jeruk Nipis, dan Mangga
f.     Ekstrak-ekstrak bahan Alami tersebut pertama-tama di Campurkan pada Indikator dan amati perubahan warnanya apakah Ekstrak tersebut termasuk asam atau Basa (mengikut ke HCl atau NaOH).
g.       Kemudian Ekstrak-ekstrak Bahan Alami tersebut masing-masing di campurkan Pada Ekstrak Bunga Mawar merah kemudian amati perubahan warna yang terjadi, apakah sama dengan pencampuran yang Pertama yaitu dengan Indikator.
h.        Tuliskan hasil pengamatan dalam bentuk tabel dan buatlah kesimpulannya,

H.       Hasil Pengamatan
1.      Hasil Pengamatan Uji Pendhuluan

No
Larutan
Perubahan warna pada penambahan ekstrak
Indikator
Bunga mawar merah
1
HCl
Merah (Asam)
Merah (Asam)
2
NaOH
Hijau (basa)
Hijau (Basa)

2.      Hasil Pengamatan Uji ketiga larutan menggunakan indicator dan ekstrak bunga mawar merah

No
Ekstrak yang diuji
Perubahan warna pada penambahan ekstrak
Indikator
Bunga mawar merah
1
Air Sabun
Hijau (Basa)
Hijau (Basa)
2
Mangga
Merah (Asam)
Merah (Asam)
3
Jeruk Nipis
Merah (Asam)
Merah (Asam)

  3.      Menyimpulkan hasil uji

No
Larutan yang diuji
Kesimpulan
1
HCl
Larutan Asam
2
NaOH
Larutan Basa
3
Ekstrak Mangga
Larutan Asam
4
Ekstrak Jeruk Nipis
Larutan Asam
5
Air Sabun
Larutan Basa


Jadi dari tabel diatas dapat disimpulkan :
Bahwa setiap indikator menghasilkan warna tertentu dalam larutan asam dan basa. Yaitu Warna Hijau Untuk Basa dan Warna Merah Untuk Asama.
Suatu zat yang berubah warna jika terdapat dalam larutan asam atau basa.
1)      Yang termasuk Larutan Asam yaitu, Larutan HCl dan Ekstrak Jeruk nipis dan    Mangga
2)      Yang termasuk Larutan Basa yaitu, NaOH dan Ekstrak air Sabun

2 komentar:

  1. bagus sekali makalah kimianya .. sukses selalu

    BalasHapus
  2. makasih atas makalahnya sangat membantu sekali

    BalasHapus